Patroli7 – JEPARA
Dinamika menjelang Pemilihan Petinggi Desa Klepu yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa taggal 3 November 2026, mulai menunjukkan perkembangan menarik. Calon Petinggi Desa Klepu nomor urut 02, H. Abdul Rofik, dikabarkan berhasil mengejar ketertinggalan suara berdasarkan perkiraan data lapangan yang dihimpun pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Peningkatan dukungan tersebut tidak terlepas dari berbagai aktivitas sosial yang dilakukan Abdul Rofik selama masa sosialisasi. Sejumlah kegiatan yang dilakukannya antara lain menghadiri forum perkumpulan masyarakat, aktif mengikuti majelis tahlil ketika ada warga yang meninggal dunia, serta menjenguk masyarakat yang sedang sakit.
Berbagai aktivitas tersebut dinilai oleh sebagian warga sebagai bentuk kedekatan sosial dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Interaksi secara langsung di berbagai lingkungan desa.disebut turut mewarnai perkembangan dukungan terhadap masing-masing calon menjelang hari pemungutan suara.
Menurut keterangan Ali Rohyadi, salah seorang warga yang menyampaikan informasi perkembangan suara kepada awak media bshwa di lapangan, perkiraan sementara menunjukkan bahwa Abdul Rofik memperoleh sekitar 1.550 suara, sedangkan calon nomor urut 1 diperkirakan memperoleh sekitar 1.450 suara.
Berdasarkan perkiraan tersebut, Abdul Rofik memiliki selisih sekitar 100 suara. Angka itu merujuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.423 pemilih yang tersebar di 10 dukuh dan 18 RT di Desa Klepu.
Informasi tersebut merupakan gambaran sementara berdasarkan keterangan sumber di lapangan per Selasa, 27 Oktober 2026, atau sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan pemilihan. Angka-angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai hasil resmi dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Menjelang hari pemungutan suara pada Selasa tanggal 3 November 2026, perkembangan dukungan di tengah masyarakat menjadi bagian dari dinamika demokrasi tingkat desa. Berbagai kegiatan sosial dan komunikasi langsung antara calon dengan warga turut menjadi perhatian dalam proses menuju pemilihan.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan, menghormati perbedaan pilihan, serta mengedepankan suasana damai selama tahapan pemilihan berlangsung. Informasi mengenai perolehan suara juga perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman sebelum hasil resmi diumumkan oleh panitia penyelenggara.
Pada akhirnya, Pemilihan Petinggi Desa Klepu bukan hanya tentang persaingan memperoleh suara, melainkan juga momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa sesuai pilihan masing-masing, dengan tetap menjaga persaudaraan dan persatuan demi kemajuan Desa Klepu.
(Pry patroli7)














